https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/issue/feed IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru 2022-03-31T08:31:47+07:00 Muhammad Aditya Pratama adityapratama@ikj.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal IMAJI mewadahi kumpulan berbagai topik kajian film/audio visual yang berisi gagasan, penelitian, maupun pandangan kritis, segar, dan inovatif mengenai perkembangan fenomenal perfilman khususnya dan audio visual pada umumnya. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan sumbangan penelitian terhadap medium film serta audio visual yang diharapkan dapat mendorong perkembangan perfilman, termasuk fotografi, televisi dan media baru di Indonesia, agar menjadi unggul dan kompetitif di tingkat nasional dan di dunia internasional.</p> https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/71 Fungsi Karakter untuk Menyampaikan Pesan Pendidikan Dalam Naratif Film Jagat Raya (2020) 2022-03-19T18:23:36+07:00 Hanief Jerry haniefjerry@ikj.ac.id <p>Sebagai sebuah perwakilan manusia di dalam realita, karakter mencerminkan sifat, tindakan, respon dan komunikasi yang serupa. Karena itu film dan karakter-karakternya menjadi refleksi terhadap segala yang manusia lakukan di dalam realita sehari-hari. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana refleksi karakter-karakter film dapat menjadi sebuah pembelajaran antara sistem edukasi dan penggiat edukasi di dalamnya. Menggunakan landasan filosofi edukasi, dan karakterisasi terhadap film yang hendak di analisa yakni film pendek berjudul <em>Jagat Raya</em> (2020). Segala hasil yang akan dipaparkan berupaya menggambarkan refleksi ideal dari pendidikan yang tertanam di institusi masyarakat hari ini.</p> <p><em> </em></p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/69 Analisa Engagement Media Sosial Terhadap Viralnya Film Pendek Tilik (2018) 2022-03-18T02:25:08+07:00 Subadi subadi@ikj.ac.id <p><em>Engagement</em> media sosial dalam promosi konten film <em>Tilik</em> (2018) yang menjadi viral tidak hanya mampu mendorong konten pilarnya, namun juga banyak perbincangan yang membahas pro kontra dan pesan film tersebut. <em>Engagement</em> merupakan interaksi yang diharapkan oleh pemilik konten ke netizen, dengan adanya keterlibatan netizen terhadap engagement suatu hal dapat bisa dibuat viral secara mudah di media sosial. Tujuan <em>Engagement</em> dalam film <em>Tilik</em> (2018) tentunya untuk mendorong tayangan film pendek <em>Tilik</em> (2018) yang di YouTube menjadi tinggi, sedangkan banyak pelaku media sosial yang ingin mempromosikan suatu film di media sosial sekarang justru sulit berhasil menjadi viral. Dalam analisa ini untuk dapat menjawab strategi ideal mempromosikan film di media sosial.</p> <p><em> </em></p> <p><em> </em></p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/65 Pandemi Represi Dalam Film Turah (2016) 2022-03-18T02:24:33+07:00 Jonathan Manullang jona.jive@gmail.com <p>Penelitian ini berfokus pada nuansa represi yang sangat akut pada film Turah (2016) karya Wicaksono Wisnu Legowo. Berangkat dari situ, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi klaster-klaster sosial represif yang tersaji gamblang dalam semesta film tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, upaya pembacaan ini menunjukkan bahwa Turah berhasil menghadirkan alegori tentang relasi kuasa dan seksualitas, marjinalitas, isolasi personal, serta praktik eksploitasi total atas kelompok masyarakat bawah yang tidak berpendidikan dan menghuni Kampung Tirang.</p> <p><em> </em></p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/68 Sikap Kaum Jadul Terhadap Film Milenial: Telaah Seorang Psikolog Sosial Atas 15 Film Unggulan FFI 2021 2022-03-18T02:27:57+07:00 Niniek L. Karim ninieksst@yahoo.com <p>Tulisan ini berusaha menjelaskan sikap penonton yang termasuk dalam kategori usia tua atau <em>jadul</em> dalam menonton berbagai film produksi generasi <em>millennials</em>. Menggunakan konsep sikap di dalam psikologi sosial, tulisan ini akan membuka kondisi kepenontonan lintas generasi tersebut terhadap film-film yang diapresiasi dan mendapatkan nominasi pada Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Metode analisis deskriptif kualitatif diterapkan sebagai alat analisis yang hendak dilakukan, Adapula film-film yang menjadi rujukan adalah <em>Penyalin Cahaya (2021), Yuni </em>(2021)<em>, Cinta Bete </em>(2021). Tulisan ini juga memiliki tujuan untuk memperlihatkan perbedaan pengalaman menonton dan kondisi psikologi sosial terhadap dua generasi yang bersebrangan yaitu <em>jadul </em>dan <em>millennials, </em>begitu pula sebagai refleksi dan perwakilan sikap penonton film Indonesia dalam menelaah suatu film yang memiliki rintangan waktu dalam berbagai generasi.</p> <p><em> </em></p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/70 Belajar Tentang Psike Perempuan Dari Siti, Athirah, dan Marlina 2022-03-18T02:25:33+07:00 Elizabeth Kristi Poerwandari Elizabeth.kristi@ui.ac.id <p>Perempuan memiliki perjalanan kehidupan yang kompleks, bagaimana mereka merespon lingkungan, masyarakat dan faktor eksternal lainnya. Namun faktor internal perempuan pula menjadi pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan mereka. Karena itu, tulisan ini akan menjelaskan bagaimana psikologi perempuan terhadap berbagai masalah yang mereka hadapi. Tentunya, objek analisis di dalam tulisan ini adalah film, medium audio-visual yang memiliki naratif dalam mewakili perjalanan seorang perempuan. Lewat studi psikologi perempuan ini terdapat tiga film yang akan menjadi bahan terapan, yakni <em>Athirah</em> (2015), <em>Siti</em> (2015), dan <em>Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak</em> (2017). Tujuan utama dari tulisan ini antara lain sebagai bahan edukasi dalam memahami dan mempelajari sisi batin atau psikologi seorang wanita dengan keterkaitannya terhadap lingkungan sekitar, dunia dan diri mereka masing-masing.</p> <p><em> </em></p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/67 Studi Perbandingan Wacana Film Dokumenter dengan Film Dokumentasi, Jurnalistik Televisi, dan Video Blogging 2022-03-18T02:28:28+07:00 Kusen Dony Hermansyah kusendony@ikj.ac.id <p>Dalam produksi film, peristilahan dokumenter seringkali sudah begitu saja (<em>taken for granted</em>) tanpa ada pengamatan lebih lanjut. Hal ini terkadang menyebabkan kegaduhan saat ada yang mempertanyakan perbedaannya dengan dokumentasi, pemberitaan di televisi atau <em>video blogging</em> (<em>vlog</em>). Bagaimanapun, produk-produk tersebut memang memiliki kemiripan dengan film dokumenter. Tulisan ini berusaha memperjelas kepada khalayak agar tidak kebingungan saat harus membedakan dokumenter dengan produk audio-visual di atas. Terkadang pembuat film kebingungan ketika diminta menjelaskan perbedaannya dengan produk audio-visual lainnya. Perbedaan pengertian ini akan diamati dari sudut pandang ilmu bahasa dan keilmuan yang mendasar dalam film terutama film dokumenter serta ilmu komunikasi. Metode penelitian yang akan digunakan dalam pengamatan ini metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber datanya adalah produk-produk audio-visual yang telah disebutkan. Teknik pengumpulan datanya akan didapatkan dari studi kepustakaan dan dokumen. Sedangkan analisis datanya akan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teori yang digunakan adalah teori film dokumenter, teori jurnalistik televisi dan teori tentang webloging. Walaupun memiliki banyak kemiripan seperti fakta sebagai objek materi dan ideologi sebuah karya, film dokumenter tetap memiliki aspek dasarnya yang tidak dimiliki produk audio visual lainnya. </p> <p><em> </em></p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/73 Wawancara: Nan Triveni Achnas 2022-03-28T10:06:37+07:00 Jurnal IMAJI imaji@ikj.ac.id <p>Dalam rubrik Jurnal IMAJI Vol. 13 No. 1 kali ini kami menghadirkan wawancara secara mendalam dengan tokoh perfilman nasional yaitu Nan T. Achnas, beliau merupakan seorang sutradara film seperti <em>Pasir Berbisik</em> (2001), <em>The Photograph</em> (2007) dan masih banyak lainnya.</p> <p>Melalui <em>Pasir Berbisik</em> (2001) beliau banyak mendapatkan penghargaan di berbagai ajang Festival Film Internasional. Begitupun dengan film <em>The Photograph</em> (2007), skenarionya mendapatkan 4 grant dari Fond Sud-Pemerintah Perancis, <em>Goteborg International film festival, Prince Claus Award</em> di Belanda dan <em>Locarno International Film Festival</em>.</p> <p>Selain kegiatannya dalam membuat film, beliau juga merupakan seorang pengajar dan peneliti aktif di Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta.</p> <p>Mari kita simak!</p> 2022-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru