IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI <p>Jurnal IMAJI mewadahi kumpulan berbagai topik kajian film/audio visual yang berisi gagasan, penelitian, maupun pandangan kritis, segar, dan inovatif mengenai perkembangan fenomenal perfilman khususnya dan audio visual pada umumnya. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan sumbangan penelitian terhadap medium film serta audio visual yang diharapkan dapat mendorong perkembangan perfilman, termasuk fotografi, televisi dan media baru di Indonesia, agar menjadi unggul dan kompetitif di tingkat nasional dan di dunia internasional.</p> en-US <p>Jurnal IMAJI (ISSN Online: 2775-6033 | ISSN Print: 1907-3097 ) is <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..</a></p> adityapratama@ikj.ac.id (Muhammad Aditya Pratama) marselli@ikj.ac.id (Marselli Sumarno) Mon, 18 Dec 2023 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Spot Effect Lonceng Bambu Sebagai Representasi Karakter Atmaja Pada Film Gumeulis Ratna https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/134 <p>Pembuat film dapat memanipulasi emosi penonton dengan menggunakan suara. Suara mampu menciptakan realitas dari medium film karena dapat dirasakan dan didengar. Spot effect merupakan salah satu bagian dalam suara. Tulisan ini bertujuan mengetahui peran <em>spot effect</em> dari lonceng bambu pada film <em>Geumelis Ratna</em> yang digunakan sebagai representasi kehadiran karakter Atmaja yang telah meninggal dunia. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan tingkat kekerasan suara, arah datangnya suara, ukuran gambar, dan benda lain yang berada di sekitar lonceng bambu, memberikan dampak emosi pada adegan yang menghadirkan <em>spot effect</em> lonceng bambu. </p> Danu Murti, Hadrianus Eko Sunu, Misbahol Amin Copyright (c) 2023 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/134 Mon, 18 Dec 2023 00:00:00 +0000 Suara dan Memori Propaganda: Asosiasi Sound Narrative dalam On The Origin of Fear https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/136 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kreatif atas audio sebagai elemen sentral dalam <em>On The Origin of Fe</em>ar (2016), film pendek karya Bayu Prihantoro Filemon, yang menggunakan kerangka teoritik berupa model <em>tricircle</em> yang dikembangkan oleh Michel Chion. Guna mendapatkan hasil komprehensif, kajian ini menerapkan metode kualitatif yang ditopang oleh pendekatan analisa deskriptif dimana pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi literatur. Tulisan ini menemukan bahwa pemanfaatan <em>offscreen-zone, off-zone</em>, serta <em>in-zone</em> secara tepat guna dalam film mampu mempenetrasi memori alam bawah sadar penonton serta mengekspos upaya peng-korupsi-an pikiran yang telah lama bercokol tentang salah satu episode terkelam dalam sejarah republik.</p> Jonathan Manullang Copyright (c) 2023 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/136 Mon, 18 Dec 2023 00:00:00 +0000 Aspek Suara Sebagai Penggambaran Sudut Pandang Karakter : Studi Kasus 3 Karakter Dalam Film Begain Again (2013), Hacksaw Ridge (2016), A Quiet Place (2018) https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/128 <p>Suara dalam film memiliki peran penting untuk memberikan penekanan emosi dan informasi dalam sebuah cerita. Mendekatkan sebuah sifat realitas dan fungsional suara yang dibagun melalui fudamental suara (tinggi rendahnya nada, warna suara, dan kekerasan suara), melalui bunyi yang diciptakan, seperti unsur suara (dialog, efek suara, dan musik) maka ketepatan suara dapat menentukan sebuah emosi, bisa pada setiap karakter dan aksi reaksi di dalam ruang penceritaan. Tulisan ini terfokus pada sudut pandang suara terhadap karakter di dalam film yang dapat menjadikan penekanan emosi dan informasi secara langsung dapat dirasakan yang sama oleh penontonya.</p> Yogi Tri Kuncoro Copyright (c) 2023 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/128 Mon, 18 Dec 2023 00:00:00 +0000 Representasi Keluarga Melalui Dialog Dalam Film Turah (2016) https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/133 <p>Penelitian ini berfokus pada film <em>Turah</em> (2016) yang disutradarai oleh Wicaksana Wisnu Legowo dengan tujuan untuk melihat representasi keluarga berdasarkan dialog yang tertera dalam karya. Film merupakan salah satu media massa yang menjadi hiburan bagi penontonnya. Film juga terdapat beberapa macam, dari yang hanya dijadikan tontonan biasa, sampai dijadikan sebuah media untuk menyampaikan pesan secara langsung atau dijadikan alat propaganda untuk pemerintah atau lembaga. Film <em>Turah</em> (2016) mengangkat pesan kesenjangan dan kemiskinan yang ada di kampung Tirang. Namun peneliti mengangkat tema keluarga untuk melihat gambaran representasi keluarga yang ada dalam film. Peneliti menggunakan konsep keluarga dan fungsi keluarga sebagai bahan acuan dan sebagai batasan penelitian agar penelitian tidak keluar dari topik terlalu jauh. Peneliti juga menggunakan jenis penelitian analisis isi dengan pendekatan analisis konvensional dengan menggunakan dialog sebagai acuan utama. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya lima adegan yang merepresentasikan keluarga berdasarkan dialog yang dijabarkan dalam film.</p> Binda Suci Ramadhani, Astrida Fitri Nuryani, Mondry Copyright (c) 2023 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/133 Mon, 18 Dec 2023 00:00:00 +0000 Film Ala Lumiere dan Sokurov : Pionir dan Respons Kreatif https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/129 <p>Tulisan ini mengkaji kiprah Lumière dan Sokurov dalam sejarah sinema dengan fokus pada pendekatan, metode, dan sudut pandang penulis. Analisis mendalam dilakukan terhadap inovasi teknologi, seperti <em>Cinématographe</em> karya Lumière dan eksplorasi Sokurov terhadap teknologi digital dengan konsep<em> one/single shot,</em> untuk mengungkapkan bagaimana perubahan teknologi membentuk narasi sinematik. Penulis menganggap bahwa Lumière dan Sokurov, meskipun berbeda, memiliki tujuan serupa dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam, memengaruhi emosi, dan merangsang pemikiran penonton. Kajian ini tidak hanya menyoroti perkembangan teknologi dalam sejarah sinema, tetapi juga menjelajahi bagaimana pilihan teknologi mencerminkan pandangan estetis dan filosofis masing-masing sutradara. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif tentang dampak evolusi teknologi dalam seni sinematik melalui kontribusi yang dilakukan oleh Lumière dan Sokurov.</p> Bambang Supriadi Copyright (c) 2023 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/129 Mon, 18 Dec 2023 00:00:00 +0000 Subjektivitas Sutradara Perempuan: Deantagonisasi Subjek Perempuan Dalam Film Before, Now, And Then (Nana) (2022) https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/135 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana subjektivitas sutradara perempuan memiliki kekuatan untuk menawarkan representasi perempuan yang aktif, bukan sebagai pelengkap, dan memiliki otonomi individu sebagai subjek yang utuh. Konvensi sinema dominan yang strukturnya secara historis didominasi oleh laki-laki menyebabkan tidak adanya ruang bagi subjektivitas perempuan. Representasi perempuan tidak menampilkan sosok perempuan sebagai perempuan seutuhnya. Melalui kritik terhadap sinema dominan, subjektivitas perempuan kemudian menjadi nilai penting karena memiliki kekuatan untuk memberikan penggambaran dan pandangan tentang perempuan apa adanya, hadir bukan sebagai ilusi. Menggunakan pendekatan yang berbeda dari kanon film arus utama, sutradara perempuan men-de-antagoniskan subjek perempuan dalam karyanya. Penulis berupaya mengurai subjektivitas sutradara perempuan yang menawarkan bahasa film yang berbeda dalam film<em> Before, Now and Then (Nana)</em> yang disutradarai oleh Kamila Andini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode teori kritis, penulis berharap tulisan ini dapat menyampaikan bagaimana subjektivitas sutradara perempuan menawarkan representasi perempuan yang lebih dekat dengan kehidupan.</span><em><span style="font-weight: 400;"><br /></span></em></p> Kintan Labiba Manggarsari, Albertus Harsawibawa Copyright (c) 2023 IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/135 Mon, 18 Dec 2023 00:00:00 +0000