Semi-Dokumenter Bukan Dokumenter?

Authors

  • Gerzon R. Ayawaila Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta

Abstract

Sebuah pernyataan yang mungkin terlalu lemah jika Dinyatakan bahwa semi-dokumenter bukan dokumenter. Apa dasar argumentasinya untuk menyatakan bahwa dokumenter adalah dokumenter, tanpa menambahkan embel-embel 'semi'. Sebagian berpendapat bahwa apabila dokumenter ditambahi dengan kata 'semi', maka aspek validitas, orisinalitas atau autentisitas Jari peristiwa yang direkam bisa menjadi kabur. Argumentasinya aJalah film dokumenter yang ditambahi dengan kata 'semi', biasanya bertujuan propaganda, baik dengan tujuan positif maupun negatif. Kemurnian dokumenter ketika ditambah dengan kata 'semi' maka makna kata ini seakan memberi sebuah ruang tambahan yang abu-abu, dimana dengan leluasa ruang abu-abu ini dapat direkayasa atau manipulasi dengan memberi ilustrasi pada konteks, yang batasannya samar bagi penilaian normatif. Apakah hal ini masih perlu diperdebatkan atau dipermasalahkan?

 

Published

2024-01-15

How to Cite

Ayawaila, G. R. (2024). Semi-Dokumenter Bukan Dokumenter?. IMAJI, 1(5), 53–59. Retrieved from https://imaji.ikj.ac.id/index.php/IMAJI/article/view/163

Issue

Section

Articles